PLT Bupati-Kapolres Cianjur Berikan Apresiasi Siswa SMK Penolong Aiptu Erwin


TebakQQ - Plt Bupati Cianjur Herman Suherman memberikan penghargaan atas aksi M Ridwan Suryana, siswa Kelas XII jurusan akuntansi SMK Pasundan 1 Cianjur, penolong anggota polisi, Aiptu Erwin Yudha, yang sekujur tubuhnya mengalami luka terbakar. Erwin dan tiga rekan polisi lainnya terbakar saat bertugas mengawal aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Pendopo Cianjur.

Suherman menyebutkan pelajar tersebut memang tengah praktik kerja lapangan (PKL) di lingkungan Pemkab Cianjur. "Saya sudah lihat kisahnya yang viral di medsos, namun belum tahu yang mana anaknya. Tapi informasi yang saya dapat, Suryana memang benar sedang melakukan PKL di lingkungan Pemkab Cianjur," kata Suerman melalui sambungan telepon.


Suherman memuji keberanian Suryana yang memiliki jiwa kemanusiaan yang langsung memutuskan untuk mengulurkan tangannya membantu anggota polisi yang mengalami luka bakar. "Saya tersentuh akan keberaniannya. Apa yang Suryana lakukan berdasarkan kemanusiaan. Saya salut," tutur Suherman.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah menyampaikan hal yang sama. "Siswa SMK itu akan kami berikan sebuah penghargaan karena mempunyai kepedulian dan ketulusan karena telah menolong anggota kami pada saat membutuhkan pertolongan," ucap Soliyah.


Foto Suryana saat menolong Aiptu Erwin viral di media sosial dan menyentuh kalangan masyarakat yang melihatnya. Suryana mengaku spontanitas menolong Aiptu Erwin. 

"Saat itu jam 11.30 WIB, jam istirahat. Saya beli cemilan, kebetulan melintas melihat ada demo mahasiswa di depan gerbang Pendopo. Saya enggak berani mendekat karena takut. Tidak lama, enggak tahu jam berapa, tiba-tiba ada ribut-ribut begitu," cerita Suryana kepada kawanan wartawan di kantor Pemkab Cianjur.

Saat itu, Suryana melihat kejadian seseorang berlari dengan kondisi tubuh terbakar secara langsung. Suryana tidak berani mendekat karena situasinya sangat menakutkan. Setelah api dipadamkan, sosok tubuh yang terbakar itu terbaring di tepian jalan.


"Saya enggak ikut padamkan api karena takut. Setelah api padam, korban luka bakasr itu terbaring sendirian di trotoar. Saya beranikan diri mendekat dengan memberikan minuman. Saat itu korban teriak-teriak sambil kejang, saya tenangin dan kepalanya itu saya sandarkan ke tangan saya, saya menangis melihat korban yang kesakitan" tutur Suryana. 

Begitu banyak orang di sana namun tidak ada yang membantu menolong korban yang mengalami luka bakar, hanya seorang siswa SMK yang menolong..jadi mahasiswa yang berada di TKP itu  hanya menonton saja???? SUNGGUH MIRIS MAHASISWA ZAMAN SEKARANG...

Posting Komentar

0 Komentar