Berita Terkini - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyempatkan diri hadir diacara silaturahmi dan halalbihalal di Markas Besar (Mabes) TNI. Ryamizard berbicara soal menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
"Dalam acara halalbihalal pada pagi hari ini mencerminkan betapa pentingnya untuk kita semua untuk terus menyambung silaturahmi diantara anak bangsa dan juga sesama prajurit, bersama ini juga para sesepuh, purnawirawan TNI. Demi terus terpiliharanya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang dimana pada akhirnya menjaga keutuhan dan tetap terus menegakkan NKRI yang sangat kita cintai bersama." ujar Ryamizard di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur (Jak-Tim), pada hari rabu 19 Juni 2019.
Ryamizard kemudian berbicara soal hakikat jati diri pada prajurit terkait dinamika politik yang saat ini berkembang, Mantan dari KSAP di era Presiden Megawati Soekarno Putri itu mengatakan TNI merupakan bagia organisasi solid yang mengabdi tanpa rasa pamrih yang dilandasi loyalitas.
"TNI bermula dari rakyat, lahir dari rakyat dan juga bersama-sama berjuang untuk rakyat untuk merebut kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu harus senangtiasa menjadi organisasi yang dapat dicintai rakyat. Etos inilah yang dimana kemudian hari yang dilibatkan dalam nilai-nilai sapta marga, sumpah prajurit yang dijiwai oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," Lanjutnya.
Ryamizard juga mengatakan bahwa tugas pokok dari TNI baik dari prajurit aktif maupun purnawirawan yaitu tetap menjaga keselamatan bangsa Indonesia, menjaga keutuhan, serta kedaulatan negara. Selain daripada itu, TNI juga bertugas dan mengamankan ideologi dan konstitusi negara yaitu ialah Pancasila dan UUD 1945.
"Didalam pengamatan kami, ada 23,4 persen mahasiswa yang setuju dengan jihad untuk ditegakkannya negara Islam atau khilafah, 23,3 persen dari pelajar SMA setuju untuk jihad negara Islam, 18,1 persen dari pegawai setuju tidak setuju dengan Pancasila, serta 19,4 persen PNS menyatakan tidak setuju dengan adanya ideologi Pancasila dan 9,1 persen dari pegawai BUMN yang juga menyatakan tidak setuju dengan ideologi negara dan juga ada kurang dari 3 persen ada TNI yang terpengaruh dan tidak setuju adanya Pancasila. Ini sungguh memprihatinkan sekali," ucapnya.
Menurutnya hal tersebut sebagai tanda bahaya. Ryamizard mengingatkan bahwa setiap anggota TNI aktif maupun purnawirawan masih memiliki kewajiban untuk menjaga keutuhan NKRI termasuk juga Pancasila sebagai ideologi negara.
"Selesai Pancasila ini akan terjadi pertumbahan darah. Pasti. Seperti yang ada di Timur Tengah. Ini yang tidak ingin kita harapkan dan sangat merisaukan kita semua. Oleh sebab itu kita ini penjaga Pancasila. Karena pada sumpah prajurit pertama disampaikan Demi Allah, Saya bersumpah setia kepada NKRI, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45" Ucapnya.
"Marga kedua juga disampaikan, kami Patriot Indonesia mendukung serta membela ideologi negara yang bertanggung jawab dan tidak akan pernah menyerah sampai mati. Ini janji kita," lanjut Ryamizard.












0 Komentar